widgets

Jumat, 18 Oktober 2013



PERANAN INDIVIDU TERHADAP KELUARGA
Manusia adalah sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya.Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah – tengah  masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.

 PERANAN INDIVIDU TERHADAP MASYARAKAT
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok  atau anggota masyarakat.
Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran (role) dan kedudukan (status) yang berbeda. Peran adalah pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai posisi (status) tertentu. Sedngkan kedudukan (status) adalah posisi seseorang dalam kelompok. Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap individu dapat berstatus dan berperan di beberapa kelompok sesuai dengan kepentingan itu.
Setiap individu harus berperilaku atau berperan sesuai dengan kedudukannya agar ia dapat diterima dan diakui keberadaanya. Karena setiap organisasi mempunyai aturan sendiri, maka sanksi yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda pula. Sanksi ini bertujuan menjaga keutuhan,

Kamis, 10 Oktober 2013



 About Me

Assalamualaikuum
Nama saya Said. Nama lengkap saya Said Umar Basalamah. Saya adalah anak kedua dari 2 bersaudara. Delapan belas tahun yang lalu, tepatnya tanggal 19 Mei 1995, saya dilahirkan. Kota kelahiran saya adalah Tegal, tapi saya tidak tumbuh dan besar di sana. Karena ketika usia saya 2 bulan, orangtua saya  merantau ke Jeddah, Saudi Arabia.
Jeddah, tempat diturunkannya ibu seluruh umat manusia, merupakan kota penuh kenangan bagi saya. Saya tumbuh dan besar di sana. Saya tinggal di sana selama 14 tahun. Saya bersekolah di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) mulai dari TK hingga SMP. Kurikulum pendidikan yang digunakan sama seperti sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, hanya saja bahasa daerah yang dipelajari adalah Bahasa Arab. Selama sekolah di SIJ, saya pernah ikut kegiatan OSIS di bidang ROHIS.
Setelah lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan SMA di Indonesia. Hal itu dikarenakan keluarga saya memutuskan untuk pindah ke tanah air. Alhamdulillah saya tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam beradaptasi dengan lingkungan baru di Indonesia. Karena kurikulum pendidikan yang digunakan sama, saya langsung dapat diterima dan mengikuti pelajaran SMA. Saya bersekolah di SMA  Islam Panglima Soedirman(Pangsoed). Selama bersekolah di Pangsoed saya bergabung ke dalam organisasi FRIS (Forum Remaja Islam Soedirman). Salah satu kegiatan FRIS yaitu mengajarkan anak-anak jalanan dan kaum dhuafa. Saya senang melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Salah satu harapan saya adalah saya bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Selain itu, saya juga bergabung dengan ROHIS Ar-Rohman. Kegiatannya meliputi mentoring,pengajian dan kajian ilmu-ilmu Islam, study tour, dll. Saya mengikuti rohis ini karena saya senang mengkaji ilmu Islam. Saat pemilihan minat IPA atau IPS, tepatnya saat kelas 2 SMA, saya memilih jurusan IPA karena saya ingin masuk teknik. Selain itu, sesuai dengan tes psikolog yang pernah saya ikuti, saya cenderung mudah memahami ilmu IPA dibanding IPS, sehingga saya direkomendasikan untuk masuk program IPA. Saya sangat bersyukur karena sesuai dengan keinginan dan harapan saya.
Tahun 2013 saya lulus dari bangku SMA. Saya memilih Universitas Gunadarma karena Universitas Gundarma merupakan salah satu Universitas teknik terbaik di Indonesia. Dan saya memilih jurusan Teknik Informatika di Gunadarma karena jurusan ini merupakan jurusan terfavorit yang ada di Gunadarma. Selain itu juga,saya suka dengan program sehingga di masa depan nanti,saya ingin menjadi programmer. Harapan saya di masa depan nanti adalah saya bisa membahagiakan kedua orang tua saya dan bisa bekerja di bidang yang saya tekuni saat ini.Amiiin

Facebook   : Said Umar
Twitter       : @Messaid10
Email         : rafamessaid_10@yahoo.com



Pengertian Penduduk

1.      Kependudukan
Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.

2.      Pengertian Penduduk
Penduduk adalah orang yang berdomisili atau bertempat tinggal menetap di wilayah suatu negara dan telah memiliki syarat menurut undang-undang. Sedangkan yang disebut bukan penduduk adalah orang yang berada di wilayah negara untuk sementara serta tidak bermaksud bertempat tinggal tetap di negara itu. Adanya perbedaan itu maka berbeda pula hak dan kewajibannya. Penduduk boleh mendirikan suatu perkumpulan dan bleh melakukan suatu pekerjaan, bukan penduduk tidak memiliki hak dan kewajiban itu.

Permasalahan Penduduk dan cara penanggulangannya

1.  Besarnya Jumlah Penduduk
Besarnya jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat.
-     Tahun 1930 jumlah penduduk di Indonesia sebesar 60,1 Juta jiwa.
-     Tahun 1961 sebesar 97 Juta Jiwa.
-     Tahun 1971 sebesar 119,2 Juta Jiwa.
-     Tahun 1980 sebesar 146,9 Juta Jiwa.
-     Tahun 1990 jumlahnya 178,6 Juta Jiwa.
-     Tahun 2000 jumlahnya 203,5 juta jiwa.
-     Tahun 2005 jumlahnya 221 juta jiwa.
-     Tahun 2008 jumlahnya 239,9 juta jiwa.
Jumlah penduduk di Indonesia setiap tahunnya meningkat terus, sedangkan tidak didukung alam yang tersedia terbatas. Akibatnya, kesejahteraan hidup menjadi rendah apalagi ditambah dengan keadaan ekonomis yang belum membaik mengakibatkan kemiskinan terjadi dimana-mana.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu perbaikan keadaan ekonomi dan membatasi jumlah kelahiran, serta penunda kelahiran.

2.  Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk di Indonesia cukup tinggi, rata-rata pertumbuhan penduduk tiap tahun kurang lebih 2%. Berbagai usaha telah dilakukan untuk memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Misaknya, sejak tahun 1970-an telah dilaksanakan program keluarga berencana (KB).
Perubahan jumlah penduduk setiap sensus adalah sebagai berikut.


1970-1980      = 2,3%
1980-1990      = 1,97%
1990-2000      = 1,49%
2000-2005      = 1,30%
Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menimbulkan berbagai masalah kehidupan social, antara lain kurangnya lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan banyaknya penganguran. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan tidak seimbangnya antara kebutuhan dengan fasilitas dan jaminan-jaminan lain yang tersedia.

3.  Struktur Penduduk Muda
Berdasarkan sensus penduduk di Indonesia, kelompok penduduk yang terbesar terdapat pada kelompok umur muda di bwah usia 15 tahun. Artinya,penduduk yag belum produktif cukup besar. Dengan demikian, memerlukan fasilitas pendidikan serta fasilitas kesehatan dan gizi yang baik supaya terwujud sumber day manusia yang berkualitas.

4.  Persebaran Penduduk yang Tidak Merata
Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata. Indonesia yang terdiri atas 17.508 pulau. Dari jumlah pulau tersebut yang punya nama hanya 6.044 pulau. Sementara yang lain tidak bernama. Dari pulau yang berpenghuni tersebut terdapat pulau-pulau besar. Misalnya, Sumatra, kalimanatan, Sulawesi, dan papua. Perbandingan persebaran penduduk dan luas wilayah pada pulau-pulau di Indonesia  tahun 2005 adalah sebagai berikut.
Pulau yang terdapat penduduknya adalah Pulau jawa. Kurang lebih 60% penduduk Indonesia bertempat tinggal di pulau Jawa yang luasnya hanya 6,6% dari luas wilayah Indonesia. Hal tersebut disebabkan kondisi alam Pulau Jawa cukup baik. Kondisi alam yang baik itu ditandai oleh tanah yang subur, curah hujan cukup, topografi relative datar, serta didukung oleh banyaknya pusat-pusat kegiatan baik pusat kegiatan ekonomi maupun yang lain, dan mudah jalur transportasi serta komunikasi.
Persebaran penduduk yang belum merata menimbulkan masalah social, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Untuk pulau yang padat, akan terjadi masalah kurangnya daya dukung sumber daya alam, kurangnya lapangan pekerjaan, serta terjadi banyaknya pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Sementara itu untuk pulau yang jarang penduduknya, terjadi kekurangan daya manusia dalam mengelola daya dukung yang tersedia.



Rabu, 04 September 2013

Amaliyah yang Dilakukan Pada Bulan Ramadhan

March 26, 2011 at 6:35pm
Dua kejadian terpenting di bulan Ramadhan adalah diwajibkannya Puasa dan turunnya Al-Qur’an. Al-Quran menjadi pedoman bagi orang yang bertaqwa dan puasa mengantarkan orang beriman menjadi mutaqqiin. Dan amaliyah Ramdhan terfokus pada dua aktifitas tersebut. Sedangkan amaliah lainnya tidak lepas dari ibadah untuk mengkondisikan hati dalam menerima Al-Quran dan upaya orang beriman untuk mengaplikasikan Al-Quran.

   Untuk lebih mengetahui Amaliyah Ramadhan, maka kita harus melihat dan mencontoh amaliyah Rasulullah saw di bulan Ramadhan. Dibawah ini Amaliyah yang dilakukan Rasulullah saw. dibulan Ramadhan:


Shiyam (puasa)

   Shaum atau shiyam bermakna menahan (al-imsaak), dan menahan itulah aktifitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat. Jika aktifitas menahan ini dapat dilakukan dengan baik, maka seorang muslim memiliki kemampuan pengendalian, yaitu pengendalian diri dari segala hal yang diharamkan Allah.

  Dalam berpuasa, orang beriman harus mengikuti tuntunan Rasul saw . atau sesuai dengan adab-adab Islam sehingga puasanya benar.


Berinteraksi dengan Al-Quran

  Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS.2:185). Pada bulan ini Al-Qu’ran benar-benar turun ke bumi (dunia) untuk menjadi pedoman manusia dari segala macam aktifitasnya di dunia. Dan malaikat Jibril turun untuk memurojaah (mendengar dan mengecek) bacaan Al-Quran dari Rasulullah SAW Maka tidak aneh jika Rasulullah saw lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az-Zuhri pernah berkata : Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan esensi dasar diturunkannya Al-Quran untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan (QS.Shod: 29).

  Pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Quran untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Quran. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Quran baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), taliim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman). Rasulullah saw . bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلّمَ القُرْآنَ وَعَلّمَهُ


"Sebaik-baiknya kamu orang yang mempelajari Al-Quran dan yang mengajarkannya"

Qiyam Ramadhan (Shalat Terawih)

Ibadah yang sangat ditekan Rasulullah SAW di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan sholat malam atau yang biasa dikenal dengan sholat tarawih. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

"مَنْ قامَ رَمَضانَ إيماناً واحْتِسَاباً غُفِرَ لهُ ما تَقدّمَ مِنْ ذَنْبِهِ"

" Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah dilakukan" (Muttafaqun aliahi)


Memperbanyak Dzikir, Doa dan Istighfar

   Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktifitas yang berarti. Diantara aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, doa dan istighfar. Bahkan doa orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah berdoa untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah.

Doa dan istighfaar pada saat mustajab adalah:

- Saat berbuka

- Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah SWT. turun ke langit dunia dan berkata: Siapa yang bertaubat ? Siapa     yang meminta ? Siapa yang memanggil, sampai waktu shubuh (HR Muslim)

 Memperbanyak istighfar pada waktu sahur. Allah Taala berfirman, Dan waktu sahur mereka memohon ampun

- Mencari waktu mustajab pada hari Jumat, yaitu disaat-saat terakhir pada sore hari Jumat.

- Duduk untuk dzikir, doa dan istighfaar di masjid, yaitu setelah menunaikan sholat Shubuh sampai terbit matahari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: Barangsiapa shalat Fajar berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir hingga terbit matahari, lalu sholat dua rakaat, maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna (HR At-Tirmidzi)


Shodaqoh, Infak dan Zakat

  Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah dan dibulan Ramadhan beliau lebih pemurah lagi. Kebaikan Rasulullah saw. di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus karena begitu cepat dan banyaknya. Dalam sebuah hadits disebutkan :
Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At-Turmudzi)

  Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Seperti sabda beliau:

من فطّرَ صائِماً كانَ لهُ مثْلُ أجرِهِ غَيْرَ أنّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أجْرِ الصّائِمِ شيئاً"

"Barangsiapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut" (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).


Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya

  Bulan Ramadhan adalah saat yang paling baik untuk menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Karena di bulan Ramadhan hati dan pikiran sedang dalam kondisi bersih dan jernih sehingga sangat siap menerima ilmu-ilmu Allah SWT. Maka waktu-waktu seperti bada shubuh, bada dhuhur dan menjelang berbuka sangat baik sekali untuk menuntut ilmu. Pada saat yang sama para ustadz dan dai meningkatkan aktifitasnya untuk berdakwah menyampaikan ilmu kepada umat Islam yang lain.

Jangan Takut dan Jangan Menyesal

September 23, 2011 at 6:29pm
Ada 6 kata bijak yang berbunyi : "Jangan Pernah Takut dan Jangan Pernah Menyesal".
Dikisahkan, disebuah dusun terpencil,tinggalah seorang pemuda yang ingin pergi mengembara ke negeri orang untuk merubah nasib. Saat menjelang keberangkatannya, muncul di hatinya perasaan takut, cemas, dan ragu. Untuk memantapkan tekadnya, pergilah sang pemuda ini mengahdap sesepu marga atau pani tua untuk meminta petunju, memohon restu, sekaligus berpamitan. Mendengar niat pemuda ini, sang sesepu dengan gembira berkata, "Anakku, rahasia kehidupan ini hanya terdiri dari 6 kata. Dan hari ini, aku berikan setengahnya dulu sebagai bekal kepergianmu". Lalu ia menulis tiga kata "Jangan Pernah Takut".Tidak terasa, 30 tahun telah berlalu. Berbagai macam suka dan duka telah dijalani dengan modal tidak takut. Ia berjuang penuh totalitas. Akhirnya, ia berhasil merubah nasib. Namun dalam keberhasilannya, sang pemuda merasa ada sesuatu yang kurang sempurna dan disesalinya. Maka ia ingin pulang desa bertemu dengan sang sesepu untuk meminta sisa 3 kata yang pernah dijanjikan. Sayangnya, sesampainya di desa, sang sesepu ternyata telah meninggal dunia, tetapi ada sepucuk surat wasiat yang ditinggalkan untuknya karena sang sesepu tahu bahwa suatu hari pasti pemuda tersebut akan kembali. Secepatnya dibukalah surat wasiat tersebut. Di dalamnya berisi pesan 3 kata yaitu "Jangan Pernah Menyesal". Begitu selesai membaca 3 kata tersebut, secara spontan perasaan menyesal yang membebaninya selama ini langsung hilang, plong, dan gembira. Sungguh terpuput 6  kata bijak tadi "Jangan Pernah Takut dan Jangan Pernah Menyesal".
Tidak terkecuali saya, anda, dan kita semua membutuhkan 6 kata bijak tadi. Jika ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik, mau mengubah harapan menjadi nyata, pasti kita membutuhkan 3 kata bijak pertama yaitu "Jangan Pernah Takut". Kata bijak ini mengandung motivasi yang dapat melahirkan kekuatan untuk bertindak. Jangan takut menentukan cita-cita yang tinggi, jangan takut mencoba dan memulai, jangan takut menerima tantangan, jangan takut memeras keringat, dan jangan takut mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Namun adakalanya hasil perjuangan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Hambatan demi hambatan seolah diciptakan untuk menghambat kita. Ini bisa membuat kita merasa tidak puas, kecewa, dan menyesal. Pada situasi seperti ini, 3 kata bijak berikutnya "Jangan Pernah Menyesal" bisa menjadi kunci kebangkitan kita. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Penyesalan tidak dapat merubah apapun malahan yang dapat membebani dan menghambat langkah kita ke depan. Mampu memrima hasil perjuangan apa adanya adalah bijaksana. Tetapi, mau tetap bangkit dengan apa adanya kita hari ini adalah luar biasa. Selama kita tetap berjuang memberikan yang terbaik dari yang kita miliki, apapun hasilnya, sukses atau gagal, yang pasti semangat perjuangan itu telah memiliki nilai kesuksesan tersendiri. Sekali lagi, "Jangan Pernah Takut dan Jangan Pernah Menyesal".